Sabtu, 14 April 2012

sosialisasi bab 1

Pengertian sosialisasi
 Sosialisasi adalah proses belajar berinteraksi dalam masyarakat sesuai dengan peranan yg di jalankan.
Sosialisasi ini berangkai dengan kepribadian dan kebudayaan.
Proses sosialisasi membawa seseorang dari keadaan belum terisolir menjadi manusia beradab.

Dapat di simpulkan bahwa :
Ø  Sosialisasi: proses belajar individu mengenai nilai dan norma yg berlaku dalam masyarakat dimana individu tersebut tinggal.
Ø  Fungsi sosialisasi: agar dapat hidup secara wajar dalam masyarakat , sehingga tidak aneh dan di terima oleh warga masyarakat lain. Dan agar dapat berpartisipasi aktif sebagai anggota masyarakat.
Ø  Tujuan sosialisasi : dapat memperoleh nilai norma pengetahuan dan keterampilan yang di pergunakan guna melaksanakan peranan yg di jalankan.

Macam-macam sosialisasi

1.      Berdasarkan berlangsungnya
a.       Sosialisasi yg disengaja/disadari
Dilakukan secara sadar/disengaja, missalnya melalui pendidikan, pengajaran, indotrinasi, dakwah, nasihat, dsb…
b.      Sosialisasi yang tidak disadari/tidak di sengaja
Yaitu perilaku/sikap sehari-hari tg di lihat/di contoh oleh pihak lain.

2.      Menurut status pihak yang terlibat
a.        Sosialisasi equaliter
Yg berlangsung di antara orang-orang yg kedudukan atau statusnya relative sama, misalnya di antara teman, sesame murid, dll.
b.        Sosialisasi otoriter
Sosialisasi yg berlangsung di antara pihak-pihak yang status/kedudukannya berbeda misalnya orangtua dgn anak.

3.      Menurut tahapnya
a.        Sosialisasi primer
Sosialisasi yang pertama kali di alami oleh seorang individu, terjadi dalam lingkungan keluarga, dan tidak mempunyai hak untuk memilih agen sosialisasinya.
b.        Sosialisasi sekunder
Sosialisasi yang terjadi di luar lingkungan keluarga







4.      Berdasarkan caranya
a.        Sosialisasi represif
Sosialisasi dalam keluarga dimana orang tua tidak memperhatikan pendapat dan partisipasi dari anak.

b.        Sosialisasi partisipatoris
Sosialisasi dalam keluarga dimana par4tisipasi anak di perhatikan secara penuh dan orang tua mempertimbangkan kemauan anak.



Tahap-tahap sosialisasi
1.      Masa anak-anak
Sering di sebut juga masa persiapan. Masa anak-anak di bagi menjadi dua.
a.        Prepatory stage
Pada masa ini, seorang individu mula mempersiapkan dirinya untuk belajar sesuatu, seperti belajar makan, berbicara, mengenal lingkungan keluarga dan sebagainya.
b.        Play stage
Anak-anak mulai mengenal lingkungan lebih luas. Dan mulai mengenal teknik bermain peran/meniru.
2.      Masa remaja(game stage)
Seorng individu sudah mulai mengidentifikasikan diri dengan idolanya, masih dalam tahap pencarian jati dirisehingga sangat rentan terhadap pengaruh dari luar.
3.      Masa dewasa
Dikenal juga sebagai tahap penerimaan norma. pada masa ini seorang individu sudah mulai mantap dimana seorng individu mulai menyesuaikan diri dengan pola sosisial budaya masyarakat.

Agen-agen sosialisasi atau media sosialisasi
Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yg melaksanakan sosialisasi.
Ada empat agen sosialisasi yaitu: keluarga, kelompok pertemanan, lembaga pendidikan, dan media massa.

1.      Keluarga
Media awal dari seorang individu mengenal lingkungan nya adalah keluarga.
Terdapat dua macam sosialisasi dalam keluarga yaitu sosialisasi partisipatif dan represif.
Nilai dan norma yang di sosialisasikan di keluarga adalah nilai norma dasar yang diperlukan oleh seseorang agar nanti dapat berinteraksi dengan orang-orang dalam masyaqrakat yang lebih luas.
Pihak yg terlibat:
a.        Pada keluarga inti, misalnya ayah ibu dan saudara kandung.
b.        Pada keluarga luas, misalnya nenek, kakek, paman, dan bibi.
c.        Pada masyarakat menengah perkotaan, misalnya baby sister, pembantu rumah tangga, dll.

2.      Kelompok pertemanan
Pada tahap ini anak mempelajari di antaranya nilai keadilan kesetiakawanan, dan persahabatan.
Mulai mengenal mengembangkan keterampilan, mengungkapkan rasa kecewa, khawatir dsb.
Di sini lah seseorang belajar mengenai berbagai keterampilan social, seperti kerja sama, mengelola konflik, jiwa social, kerelaan untuk berkorban, solidaritas, kemampuan untuk mengalah, dan keadilan.
Peran positif kelompok sepermainan yaitu:
a.        Menumbuhkan rasa aman dan rasa di anggap penting.
b.        Menumbuhkan dengan baik kemandirian dan kedewasaantempat yang baik untuk mencurahkanberbagai perasaan, misalnya kecewa, takut, khawatir, suka ria, dan sebagainya termasuk cinta.
c.        Merupakan tempat yg baikuntuk mengembangkan keterampilan social, misalnya kemempuan memimpin, menyamakan persepsi, mengelola konflik, dsb.

Selain pern positif tentu saja ada peran kelompok persahabatan yang negative,seperti perilaku-perilaku yang berkembang di lingkungan delinquen(menyimpang).
Contohnya adalah geng.

3.      Lingkungan sekolah
Siswa di sekolah mempelajari hal-hal yang mungkin belum di pelajari di lingkungan keluarga atau di lingkungan bermain.
Lingkungan sekolah terutama untuk sosialisasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai-nilai kebudaaan yang di pandang luhur dan akan di pertahankan kelangsungan nyadalam masyarakat melalui pewarisan(tranformasi) budaya dari generasi ke generasi berikutnya.
Fungsi sekolah sebagai media sosialisasi antara lain:
a.       Menenali dan mengembangkan karakteristik diri (bakat, minat dan kemampuan)melestarikan kebudayaan.
b.      Merangsang partisipasi demokrasi melalui pengajaran keterampilan berbicara dan pengembangan kemempuan berpikir kritis, analis, rasional, da objectif.
c.       Memperkaya kehidupan dengan cakrawala intelektual serta cita rasa keindahan.
d.      Mengembangkan kemampuan menyesuaikan diri dan kemandirian.
e.      Membelajarkan tentang hidup sehat, prestasi, universalisme, spesifikasi, dan sebagainya.

4.      Lingkungan kerja
Di lingkungan kerja mereka juga belajar dalam menghormati atasan dan bawahan.
Di lingkungan kerja seseorang juga belajar tentang nilai, norma, dan cara hidup.

5.      Media massa
Para ilmuan sosial telah banyak membuktikan bahwa pesan-pesan yang di sampaikan melalui media massa memberikan pengaruh bagi pekembangan diri seseorang, terutama anak-anak.
Diakui oleh banyak pihak bahwa media sosialisasi telah berpern dalam proses homogenisasi, bahwa akhirnya masyarakat dari berbagai belahan dunia memiliki struktur dan kecenderungan cara hidup yang sama.

Kepribadian
Sosialisasi dan kepribadian adalah proses sosial yang saling berkaitan dan tidak dapat di pisahkan. Kepribadian sangat dipengaruhi oleh proses sosialisasi yang di lalui seseorang.
1.      Pengertian kepribadian
Kepribadian adalah organisasidari faktor biologis, sosiologis dan psikologis yang mendasari perilaku individu.kepribadian individu meliputi kebiasaan sikap. Sifat yang khas yang di miliki seseorang yang berkembang apabila berhubungan dengan orang lain.
Unsur-unsur kepribadian:


a.       Pengetahuan
Pengetahuan merupakan unsur yang mengisi akal pkiran seseorang yang sadar, merupakan hasil dari pengalaman indranya atau reseptor organismanya.
b.      Perasaan
Alam kesdaran manusia juga mengandung berbagai macam perasaan, yaitu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya di nilai sebagai positif ataupun negatif.
c.       Dorongan naluri(drive)
Naluri merupakan perasaan dalam diri individu yang bukan di timbulkan oleh pengaruh pengetahuan nya, melainkan sudah terkandung dalam organisme atau gennya.
2.      faktor pembentuk kepribadian
a.       faktor pembawaan/warisan biologis(keturunan atau warisan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar