Senin, 09 September 2013

tentang kopi luwak

Kopi Luwak ditemukan secara tidak sengaja pada zaman dahulu oleh masyarakat Indonesia. Pada zaman penjajahan Belanda, rakyat Indonesia dipaksa menanam kebun kopi di Indonesia. Dulu kopi hanyalah minuman untuk orang kaya saja, sehingga rakyat biasa tidak boleh meminum kopi. Hal itu membuat rakyat indonesia terpaksa mencari biji kopi yang berasal dari kotoran luwak. Biji kopi yang berasal dari kotoran luwak ini setelah di bersihkan dan di proses menjadi bubuk kopi, dan di seduh tenynata memiliki rasa yang sangat enak.

berdasarkan pernyataan Profesor Toto,
pada saat luwak mencerna biji kopi, hanya bagian daging bagian luar buah kopi saja yang tercerna dan hancur, sehingga pada saat masuk usus besar dan usus halus, biji kopi tersebut masih utuh. saat proses disimpan sementara di dalam usus besar, bagian cangkang biji kopi tersebut masih ada dan melindungi biji kopi bagian dalam dari pada kotoran sisa makanan lain yang dikonsumsi oleh luwak.

saat terjadi proses pencernaan selama beberapa jam didalam usus besar, Luwak mengeluarkan enzim-enzim yang berguna selama proses pencernaan dan sekaligus terjadi pula proses fermentasi terhadap biji kopi di dalam usus besar tersebut. Itu sebabnya biji kopi Luwak hasil fermentasi hewan luwak memilik aroma harum khas yang berbeda dengan aroma harum proses pembuatan kopi oleh mesin.

hal utama yang membedakan  proses pengolahan Kopi Luwak oleh luwak dengan pengolahan kopi secara biasa adalah karena adanya proses fermentasi dan pengeraman didalam usus besar hewan luwak ini selama beberapa jam. Fermentasi ini memecah senyawa-senyawa pada kopi terutama protein, sehingga membuat rasa kopi luwak ini tidak terlalu pahit, body dan after taste yang panjang.

Perbedaan lain adalah, hewan luwak mampu membedakan biji kopi segar yang sudah matang dan berkualitas, sedangkan proses pengolahan kopi secara biasa, dilakukan secara massal dengan jumlah yang besar dan besar kemungkinan bercampur dengan biji kopi yang belum layak panen ( biji kopi yang masih muda / belum matang ), biji kopi yang belum kering benar, maupun biji kopi kopong ( biji kopi yang gagal memenuhi kebutuhan nutrisinya sendiri ).

1 komentar:

  1. It seems that the mouse is very hungry to supply a dose of kopi luwak for us.Nice script would definitely feature it on my webpage.

    Thanks
    Finn Felton

    Kopi Luwak

    BalasHapus